Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Hukum & PeristiwaNasional

KPK Tangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam OTT Ketujuh 2026

9
×

KPK Tangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam OTT Ketujuh 2026

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

ElaborasiNews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) dan mengamankan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq. Penangkapan ini menjadi OTT ketujuh yang dilakukan lembaga antirasuah tersebut sepanjang 2026, bertepatan dengan bulan Ramadhan 1447 Hijriah.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan tim penyelidik mengamankan sejumlah pihak dalam kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Example 300x600

“Dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Salah satunya Bupati,” ujar Budi kepada jurnalis di Jakarta, Selasa.

Ia menambahkan, Fadia Arafiq saat ini tengah dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sesuai ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan dalam OTT tersebut.

Rangkaian OTT KPK Sepanjang 2026

Sebelumnya, KPK telah melakukan enam OTT lain sejak awal tahun. OTT pertama pada 9–10 Januari 2026 menjaring delapan orang terkait dugaan suap dalam pemeriksaan pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan periode 2021–2026.

OTT kedua dilakukan pada 19 Januari 2026 dengan menangkap Wali Kota Madiun Maidi. Sehari berselang, KPK menetapkan Maidi sebagai tersangka dugaan korupsi berupa pemerasan dengan modus imbalan proyek dan dana CSR serta penerimaan lainnya atau gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur.

Pada tanggal yang sama, KPK juga melakukan OTT ketiga dengan menangkap Bupati Pati Sudewo. Sudewo kemudian diumumkan sebagai tersangka dugaan pemerasan dalam pengisian jabatan perangkat desa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

OTT keempat berlangsung pada 4 Februari 2026 di KPP Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan, terkait proses restitusi pajak. Masih pada hari yang sama, KPK mengumumkan OTT kelima yang berkaitan dengan dugaan korupsi dalam importasi barang KW atau tiruan. Salah satu pihak yang ditangkap adalah mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Rizal, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat.

OTT keenam diungkap pada 5 Februari 2026 terkait dugaan korupsi dalam pengurusan sengketa lahan seluas 6.500 meter persegi di lingkungan Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat. KPK menetapkan Ketua PN Depok I Wayan Eka Mariarta, Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan, serta Direktur Utama PT Karabha Digdaya sebagai tersangka.

Adapun OTT ketujuh diumumkan pada 3 Maret 2026, dengan rangkaian penindakan di wilayah Jawa Tengah yang berujung pada penangkapan Bupati Pekalongan.

KPK menyatakan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut terkait konstruksi perkara dan status hukum para pihak yang diamankan setelah proses pemeriksaan awal selesai dilakukan. ***

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *